Review Resmi ASUS Zenfone Go ZB690KG

Selain ZenBook UX360UA, ASUS juga memiliki varian ultrabook lain yang punya spesifikasi lebih tinggi pada sistem dapur pacunya. Hadir dengan nama ZenBook UX360UA, notebook ini memiliki rangkaian spesifikasi yang sangat mumpuni yang dikomandoi oleh prosesor Intel Core i5 dan i7 generasi ke-6.

Selain berbeda dari sisi prosesor, ASUS UX360UA juga memiliki ketidaksamaan lain yang terletak pada beberapa aspek hardware lainnya. Namun fitur utama yakni flip (bisa dilipat) masih disandang olehnya.

Meski masih sama-sama dirancang berkonsep flip, desain hinge atau engsel pada UX360UA dibuat lebih unggul dan diberikan nama Jewel Hinge. Saking hebatnya, desain engsel tersebut berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang Computex 2016, yakni Best Choice Golden Award dan Computex d&i Award.

ASUS Zenfone 3 GO

Tak dapat dipungkiri basis desain ZenBook 3 memang layak mendapatkan sorotan serta perhatian lebih. Karena selain begitu cantik dan elegan, ASUS banyak menyelipkan sejumlah “rahasia” yang bakal mengejutkan Anda bila mengetahuinya. Semakin penasaran bukan ingin “menelajangi” lebih jauh fitur-fitur unggulanya? Silahkan simak review berikut ini.

Desain Minimalis Khas DNA ZenBook

Selain bergaya flip, ZenBook UX360UA merupakan notebook dengan racikan desain yang bisa dikatakan sempurna serta. Ringan, tipis, elegan dan berbalut metal adalah unsur utama yang selalu melekat pada notebook satu ini.

Aksen-aksen desain yang ikonik seperti gaya lingkaran konsentris, desain tepian yang melengkung, tetap disertakan. Bedanya jika ZenBook UX360UA memiliki warna gold dan grey, versi 360UA memilih rose gold dan grey sebagai busananya.

Seperti disinggung sebelumnya, berkat penyematan jewel hinge, ZenBook UX360UA berhasil menyabet penghargaan pada ajang Computex. Lantas sebenarnya apa jewel hinge itu?

ASUS UX360UA tetap mengusung gaya yang stylish dan berbodi tipis. Jelas karena disanalah nilai jualnya. Namun tidak hanya sekedar itu, kali ini balutan bodinya hampir secara keseluruhan menggunakan bahan metal, baik cover maupun keyboardnya.

Cobalah perhatikan lebih teliti pada bagian engselnya. Ada warna yang berbeda yang menyerupai dan terkesan seperti perhiasan bukan? Diselimuti dengan balutan warna emas yang agak gelap engsel inilah yang dinamakan dengan jewel hinge.

Meski terlihat sangat kontras, namun sebenarnya padanan warna yang diberikan pada hinge untuk menyatukan antara bodi dan layar sangat serasi. Desain ini dikatakan terinspirasi dari sebuah perhiasan.

ASUS Zenfone 3 GO

Engsel tersebut menggunakan mekanisme multi-gear metal yang dibuat sangat presisi. Sehingga membuatnya mampu berputar sangat mulus tanpa tersendat dan menggenggam display dengan aman di berbagai sudut.

ASUS Zenfone 3 GO

Yang lebih menarik sebenarnya, ASUS menyatakan bahwa hinge tersebut telah diuji coba hingga lebih dari 20.000 percobaan buka-tutup.Itu dimaksudkan untuk memastikan Anda dapat mengubah ZenBook Flip secara mudah dari laptop berkinerja tinggi menjadi tablet ringan setiap saat, tanpa kendala berarti.

Ada perbedaan cukup mendasar pada desain hinge di UX360UA dan CA. Jika diperhatikan, engsel pada UX360UA lebih besar dan tidak didesain dengan konsep jewelery.

Dengan bobot hanya 1,3 Kg, tentu saja UX360UA menjelma menjadi perangkat yang sangat ringan. Membawanya dengan tas bersamaan dengan banyak buku didalamnya pun tak akan memberatkan penggunanya.

ASUS Zenfone 3 GO

ASUS Zenfone 3 GO

UX360UA memiliki engsel yang lebih besar dua kali lipat dibanding versi UA. Secara angka ukurannya adalah 29,2 mm (UX360UA) dan 14,3 mm (UX360UA).

Bicara soal ketebalan notebook ini memiliki bodi yang tipis yakni 13,9mm. Untuk menggambarkannya, coba saja Anda dekatkan sebuah pulpel pada sisi pinggir notebook. Nah, kira-kira ketebalannya hampir menyamai alat tulis tersebut.

ASUS Zenfone 3 GO

Ada beberapa poin pada aspek desain yang layak dipuji. Pertama coba Anda perhatikan sisi ujung terluar notebook untuk membuka perangkat tersebut. Jika dilihat jeli pada bagian bawahnya dibuat agak melengkung sekitar 15 derajat, untuk memudahkan jari saat ingin membuka notebook.

ASUS Zenfone 3 GO

Ketika ingin menutup notebook tersebut juga, dipinggiran bodi serta bagian atas LID cover seperti telah dilengkapi dengan magnet sehingga notebook akan tertutup dengan cepat dan mudah.

Engsel tersebut juga terbuat dari material baja karbon dengan ketebalan 4.5 mm. Material ini telah melalui pengujian ketat dengan mekanisme buka/tutup sebanyak 20 ribu kali, untuk memastikan keandalan dan kekuatannya. ASUS mengklaim, melalui standarisasi material dan pengujian yang telah dibuat, engsel notebook itu mampu bertahan sangat lama bahkan seumur hidup.

Transformasi Empat Bentuk

Nah, ini salah satu fitur keren yang patut diulas pada UX360UA. Benar sekali, apalagi kalau bukan fungsi convertible-nya. Pertama sebagai sebuah notebook, Anda tentu bisa menggunakan perangkat ini selayaknya notebook biasa.

ASUS Zenfone 3 GO

Kedua ketika Anda ingin bermain game atau menggunakanya sambil bersantai, bisa diubah ke dalam mode tablet dengan memutarnya 360 derajat. Ketika UX360UA menjadi tablet, Windows 10 seketika merespon hal itu dan mengubahn tampilan user interface-nya ke dalam mode tablet.

ASUS Zenfone 3 GO

Namun kelemahannya pada mode tabletnya ini, layar terasa begitu besar serta bobotnya pun cukup berat, sehingga kemungkinan Anda harus memegangnya dengan dua tangan.

Ketiga adalah mode tent atau berbentuk seperti tenda. Bentuk ini berguna pada saat Anda ingin menampilan sesuatu menggunakan notebook tapi terkendala dengan space ruang yang terbatas. Mode ini cukup asik ketika Anda ingin memakai UX360UA untuk menonton video menggunakan meja yang kecil.

ASUS Zenfone 3 GO

Terakhir adalah mode display. Bentuk satu ini tentu sangat berguna ketika Anda ingin menjadikan perangkat tersebut sebagai standing display untuk kebutuhan presentasi.

ASUS Zenfone 3 GO

Kelengkapan Port

ZenBook UX360UA menggunakan dukungan sejumlah port konektivitas mutakhir untuk membuatnya up-to-date dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Antara lain disisi kiri, ada tombol power dan volume serta port USB 3.0 type A, pengatur volume serta tombol power.

ASUS Zenfone 3 GO

Tersedia pula exhaust untuk mengeluarkan panas yang terjadi ketika notebook berada dalam kondisi load maksimal.

Sementara disisi kanan, ada HDMI, USB 3.1 Type C, USB 3.0, audio jack dan port charger, serta pembaca SD card. Tampaknya sejumlah port penting lain seperti Ethernet dihilangkan agar bisa mereduksi ketebalannya. Namun jangan khawatir, sebab di dalam boks telah tersedia dongle Ethernet untuk memudahkan Anda memasang kabel LAN guna menghubungkan Anda dengan akses internet berbasis kabel.

ASUS Zenfone 3 GO

Selain itu, dukungan konektor USB 3.1 Type C juga memungkinkan perangkat ini mampu berterima-kirim data dengan kecepatan maksimal mencapai 10 Gbps. Artinya speed yang mampu dicapainya 40 kali lebih kencang dari USB 2.0. Port ini juga sekaligus menjadi sarana untuk men-charge notebook tersebut.

Panel Quad HD+ Disertai Teknologi Touchscreen 5 mm

ASUS ZenBook UX360UA dilengkapi dengan teknologi layar beresolusi Quad HD (3200 x 1800) piksel. Panel layar tersebut memiliki tingkat refresh rate 60 Hz yang juga dilengkapi dengan panel IPS display.

Panel layar itu memiliki fitur wide view atau bisa dilihat dengan cakupan pandangan yang luas dan memiliki sekitar 5,76 juta piksel warna. Atau bisa juga dikatakan 40 persen lebih tinggi dari panel layar miliki Apple Macbook 13 inci yang dilengkapi dengan Retina Display.

Resolusi ini memang masih berada di bawah 4K namun sudah sangat mencukupi untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi mobile dengan skenario seperti, membaca dokumen, merender foto atau dokumen digital lainnya secara lebih jelas dan tajam, memutar film beresolusi tinggi dengan warna yang sangat tajam dan hidup dan lainnya.

Secara lebih spesifik, notebook memiliki besaran nilai color gamut atau sRGB 72 persen dari batas tertingginya yakni 100 persen. Nilai tersebut cukup tinggi mengingat layar standar hanya memiliki nilai color NTSC 50 persen. Berbekal fitur tersebut, ZenBook UX360UA mampu menampilkan gambar yang lebih natural dan hidup.

Sementara itu nilai piksel per inch (ppi) adalah 276 dengan tingkat kecearahan layar 350cd/m2. Display-nya juga telah dilengkapi dengan teknologi IPS Panel sehingga tetap bisa dilihat dengan nyaman dari suduh kemiringan 178 derajat (wide angle).

ASUS Zenfone 3 GO

Memutar konten 4K sekalipun dengan notebook ini, hasilnya tetap memuaskan. Menyaksikan tayangan diluar ruangan dengan kondisi pencahayaan yang terang sekalipun masih aman. Gambarnya masih bisa dilihat dengan jelas dan bagus.

ASUS Zenfone 3 GO

Sementara kualitas layar sentuhnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sensitivitas dan keakuratan yang diberikannya sangat mumpuni. Meski hanya menyentuhnya sedikit, layar tersebut langsung meresponnya dengan baik.

ASUS menyatakan telah memberikan sensor sentuhan dua kali lipat lebih sensitif dari pada teknologi touchscreen yang umumnya diberikan pada kebanyakan perangkat berlayar sentuh. Sensor tersebut diklaim mampu merespon dengan baik, bahkan ketika diameter daerah sentuhan hanya 5 mm.

Segudang Fitur Optimalisasi Visual

Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, ASUS tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan sebuah software khusus.

Software tersebut antara lain bernama ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Pertama penulis ingin mengupas software bernama Splendid. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup.

Di dalam Spendid pun terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.

Normal Mode adalah, mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar.

Eye Care Mode adalah, mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama.

Mode ini juga merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm.

ASUS Zenfone 3 GO

Cahaya biru tersebut merupakan salah satu penyebab dari degenerasi makula dan cedera pada retina. Dengan fitur Eye Care yang terdapat di dalam Splendid, cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih kuning (redup) untuk mengurangi dampak cedera tersebut.

Vivid Mode adalah mode dimana pengguna akan mendapatkan kontras warna, serta ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itu berguna untuk memberikan pengalaman visual yang lebih hidup untuk melihat gambar seperti pemandangan di dalam film, foto dan lainnya.

Manual Mode adalah mode dimana pengguna dapat dengan bebas mengatur kecerahan dan tampilan pada layar sesuai dengan preferensi yang diinginkan.

Penulis telah menguji aplikasi ini dan mendapati bahwa, mode eye care mode memang sangatlah menarik. Ketika mengaktifkannya dan menggunakan notebook dalam waktu yang lama, pengguna tidak masih merasa mata sangat nyaman menggunakannya (menatap layar notebook).

ASUS Zenfone 3 GO

Sedangkan TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televise high-end modern. Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

ASUS Zenfone 3 GO

Performa Ngebut berkat Prosesor Kelas Atas

Berbeda dengan sang adik UX360UA, versi UX360UA dilengkapi dengan komponen prosesor yang lebih kencang untuk mengoptimalkan kecepatan.

Prosesor yang tersimpan di dalamnya adalah Intel Core i7-6500U dan ada pula versi yang menggunakan prosesor Intel Core i5-6200U. Sang mikroprosesor ditemani dengan RAM sebesar 8 GB dengan konfigurasi dual channel. Sementara kapasitas media penyimpanan disediakan sebesar 512 GB menggunakan Solid State Drive (SSD) SATA m.2. Melalui Konfigurasi RAM dual channel, kinerja UX360UA akan semakin kencang.

Prosesor ini memiliki teknik fabrikasi 14 nm yang dapat di boost kecepatannya hingga 3,1 GHz. Jajaran prosesor ini juga merupakan salah satu jajaran chip hemat daya yang dibuat oleh Intel. Hal itu semakin dipertegas oleh nilai TDP-nya yang hanya 15 W. Ketika diatur pada konfigurasi tertinggi, konsumsi listriknya mencapai 25 W sementara konsumsi listrik terendahnya adalah 7,5 W.

Hal ini juga mengindikasikan bahwa meskipun performanya kencang, Anda akan tetap mendapatkan masa pakai baterai yang hemat. ASUS mengklaim bahwa baterainya bisa digunakan selama 12 jam.

ASUS Zenfone 3 GO

Prosesor ini membawa dukungan chip grafis Intel HD Graphics 520 yang memiliki nilai base frequency 300 MHz dan juga frekuensi dinamis maksimal 1,5 GHz. Telah tertanam fitur-fitur unggulan yang dapat memaksimalkan kemampuan kartu grafis Anda menjadi lebih baik antara lain, OpenGL, DirectX, Intel InTru 3D technology, clear video HD, serta WiDi atau wireless display.

Terdapat sistem operasi yang terinstal secara langsung ketika Anda pertama kali membelinya yakni Windows 10.

Melalui rangkaian spesifikasi seperti ini yang cukup tinggi ini, seharusnya notebook ini mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivita dengan sangat baik dan tanpa hambatan. Memainkan game-game ringan hingga sedang sebagai media hiburan hingga menyaksikan konten video beresolusi Full HD pun rasanya akan mampu memberikan pengalaman penggunaan yang baik.

Dari hasil pengujian, jelas terlihat bahwa notebook ini memiliki performa yang lebih dari cukup untuk menjalankan beberapa program yang ringan, sedang hingga berat. Multitasking terasa begitu lancar tanpa lag berarti meski berpindah pada aplikasi yang rakus memori seperti editing photo dan video.

Bermain game dengan grafis 3D pun cukup mengasikan. Hanya anya saja, Anda tidak bisa menyetel preset dengan settingan rata kanan atau maksimal. Namun preset grafik medium pun rasanya sudah cukup.

Namun penulis sangat mengacungi kinerja terlebih lagi kinerja baterainya, ketika mengetesnya untuk berbagai macam keperluan produktivitas seperti mengetik, mengedit foto, menonton video, hingga bermain game ringan semua bisa dikerjakan dengan baik. Nyaris semua berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Proses booting juga berjalan sangat cepat karena harddrive-nya telah menggunakan SSD. Berikut ini penulis juga menguji bagaimana kemampuan harddisknya dalam prosesi read and write perintah.

ASUS Zenfone 3 GO

Pengalaman Mengetik yang Menyenangkan

Penulis beberapa kali menyinggung mengenai keunggulan notebook ini sebagai perangkat yang sangat cocok untuk diajak bekerja mobile. Kurang lengkap rasanya jika belum menceritakan mengenai pengalaman mengetik menggunakan keyboard-nya yang telah dilengkapi dengan fitur chicklet.

Pada keyboard UX360UA keyboardnya telah dilengkapi dengan fitur backlight alias tombol keyboard yang bisa menyala. Mengetik pada tutsnya pun terasa begitu empuk.

ASUS Zenfone 3 GO

Salut rasanya ASUS bisa menciptakan keyboard yang sedemikian empuk tersebut pada sebuah notebook yang tipis. Kenyamana mengetik pada perangkat ini disebabkan UX360UA memiliki sebuah fitur yang dinamakan dengan key travel sedalam 1,5 mm. Artinya tingkat kedalaman tekanannya mencapai 1,5 mm.

Menarik untuk diketahui, bagaimana cara ASUS merancang sebuah keyboard yang tipis dan ringan, namun tetapi empuk ditekan. Jawabannya yakni mereka mengoptimalkan elastisitas karet silica gel yang berada persis dibawah tombol keyboard untuk memberikan kenyamanan ekstra pada tekanan. Sehingga meskipun ketinggian scissor keyboard dipangkas (1,5mm) Anda akan tetap merasa nyaman.

Pengalaman menjajal touchpad-nya pun tak kalah menyenangkan. Touchpad tersebut sangat empuk ketika ditekan sehingga memudahkan penulis bekerja dengannya. Ukurannya pun luas dan ASUS selalu konsisten akan hal ini. Meski ukuran notebook hanya 13,3 inci tetapi tidak lantas mengorbankan aspek touchpad-nya.

Touchpad pun telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoprasian touchpad yang lebih nyaman.

ASUS Zenfone 3 GO

Seperti misalnya ketika ingin melakukan klik kiri hanya tinggal menyentuhkan satu jadi pada touchpad. Sementara untuk men-drag gunakan satu jari kemudah geser ke arah yang Anda inginkan untuk melakukan drag. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Suara Jernih dan Menggelegar

Berbeda dengan sang adik UX360UA telah memiliki dukungan audio dari Harman/Kardon. Hasilnya tentu saja sangat memuaskan sebab suaranya sangat powerfull dan jernih. Melalui dua buah grill speaker yang terletak dibagian bawah, audio yang dikeluarkan cukup mampu membuat telinga Anda berdecak kagum. Memang tidak terlalu keras suaranya, tetapi terdengar mantap dan tidak pecah serta bulat dan pas.

ASUS Zenfone 3 GO

Peletakan dua buah speaker di bagian depan, tepatnya di bawah area palmrest, bisa dikatakan cukup cerdas. Mengapa? Sebab suara yang keluar akan memantul dengan sempurna dan berhadapan langsung dengan penggunanya. Alhasil, audio pun terdengar bagus, tidak pecah (cempreng) dan terasa bulat.

Ketika penulis mengujinya dengan memaksimalkan volume hingga batas tertinggi, dentuman suara yang dikeluarkan terasa kencang dan renyah. Tak hanya itu, kualitas keluaran suara pun dapat diatur lebih lanjut sesuai keinginan pengguna dengan aplikasi AudioWizard.

ASUS Zenfone 3 GO

Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya.

Baterai

Komponen baterai menjadi salah satu yang penting untuk dibahas pada perangkat ini sebab menjadi salah satu nilai jual yang ditawarkan ASUS. Mereka mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 12 jam.

Menggunakan type Lithium Polimer, kapasitas daya tampungnya mencapai 57Whrs, dengan 3 cell unit tertanam didalamnya. Penulis menggunakan sebuah aplikasi bernama BMark untuk memperkirakan masa hidup (durasi penggunaan) ketika dia digunakan dalam mode normal maupun full load (kerja berat).

ASUS Zenfone 3 GO

Hasilnya, menurut aplikasi tersebut, notebook ini mampu bertahan diperkirakan kurang lebih selama 10 jam ketika digunakan dalam keadaan normal. Hal hal yang mencakup mode normal, penjabarannya antara lain mengetik sambil browsing, sesekali menonton video, mengetik dalam waktu lama, mendengarkan musik dan sambil sesekali bermain game. Namun ketika menjalankan aplikasi tersebut, baterainya tidak terisi penuh melainkan hanya 97 persen.

Sedangkan apabila dipaksa untuk bekerja sangat berat, misal merender video, bermain game berat dengan grafik 3D dalam waktu lama bahkan nonstop, dan penggunaan ekstrim lainnya, maka BMark memperkirakan waktu pakainya hanya skitar 5 jam.

Main Spec. ZenBook Flip UX360UA
CPU Intel® Core™ i7-6500U Processor (4M Cache, up to 3.10 GHz) /

Intel® Core™ i5-6200U Processor (3M Cache, up to 2.80 GHz)

Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB DDR3L 1866MHz SDRAM
Storage 512GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit QHD+ (3200×1800) Glare Touchscreen with 72% NTSC
Graphics Intel® HD Graphics 520
Input/Output 1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down
Camera HD Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone

ASUS SonicMaster Technology with Harman/Kardon

Battery 3 Cells 57 Whrs Polymer Battery
Dimension 32,3 x x 22,0 x 1,39 cm
Weight 1,27Kg with Battery
Colors Grey, Rose Gold
Warranty 2 tahun garansi global

Kesimpulan

Anda yang begitu mencintai aktivitas diluar ruangan ataupun dituntut untuk selalu produktif dalam kondisi seperti itu, mungkin akan sangat membutuhkan perangkat ini. Semua unsur dan keunggulan kompetitif yang terkait dengan portabilitas dan mobilitas telah tersedia secara lengkap di dalamnya, antara lain baterai yang tahan lama, perangkat yang tidak panas, kinerja kencan serta ringan dan tipis.
Kebutuhan akan smartphone sangatlah bervariatif. Ini disebabkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Ada yang perlu smartphone hanya untuk komunikasi, ada juga hanya untuk entertainment, ada juga yang hanya perlu untuk gaya-gayaan.

Dari yang penulis lihat, kebanyakan pengguna memakai smartphone untuk kebutuhan komunikasi dan entertainment. Komunikasi di sini bisa berupa SMS, telepon, instant messaging, social media dan e-mail. Sedangkan untuk entertainment, bisa berupa nonton video, streaming TV dan bermain game. Penulis sendiri punya aktivitas tambahan yaitu membaca ebook.

Semakin lama diikuti, kita lihat bahwa smartphone saat ini sudah mulai menggantikan fungsi PC dan notebook. Meski sebenarnya belum sepenuhnya menggantikan fungsi dari PC dan notebook, setidaknya fungsi dasar sudah mulai tergantikan.

ASUS sebagai salah satu market leader di pasar smartphone mulai merilis produk-produk yang siap mengisi segmen tersebut. Dengan berbagai kelebihan yang ada, ASUS merilis sebuah smartphone atau lebih tepatnya phablet yang siap untuk mengisi segmen menegah ke bawah. Perkenalkan, namanya adalah ASUS Zenfone Go ZB690KG.

Asus Zenfone 3 GO

Body Bongsor yang kekinian

Perubahan signifikan kali ini dirasakan juga di lini Zenfone Go. Desain yang diusung berbeda dari desain sebelumnya. Terlihat sangat fresh dan juga menarik. Hadirnya metallic-coated frame dibuat untuk mempercantik tampilan bodynya. Lapisan metallic-coated frame dekoratif tersebut menggunakan teknologi yang disebut Non Conductive Vacuum Metallization (NCVM). Dengan metode ini, lapisan metallic memiliki kualitas lebih tinggi dan mampu melindungi display dengan lebih baik. Jadi layar phablet ini akan lebih terjaga oleh frame tersebut.

Selain itu, ASUS juga mendesainnya dengan ergonomic rounded edges yang menawarkan pengalaman menggenggam yang lebih baik. Kalau desain yang diusung flat maka akan sulit sekali untuk digunakan. Desain rounded edges ini juga berkontribusi terhadap kesan dan tampilan premium dari ZenFone Go terbaru tersebut. Artinya, dengan model ini, ASUS ternyata tidak hanya merefresh segmen medium ke atas. Berikut ini tampilan ASUS ZenFone Go ZB690KG.

Hadir dengan dua pilihan warna yang elegan, yakni Glacier Gray dan Pearl White, ASUS ZenFone Go ZB690KG menggunakan bezel frame dengan warna yang sama dengan back case-nya. Tinggal milih nih mau ambil yang mana. Cocok untuk anda yang gaul dan kekinian.

Speaker terletak di bagian belakang. Menurut penulis speaker ini sudah cukup bagus dan suaranya cukup lantang. Sehari-hari, penulis sendiri biasanya menggunakan headset untuk mendengarkan musik jadi tidak terlalu kepikiran untuk mendapatkan kualitas audio yang premium di phablet.

Asus Zenfone 3 GO

Tombol power dan volume ada di bagian kanan bodi dan di bagian kanan bawah terdapat 2 SIM slot dan satu MicroSD slot.

Layar Luas dengan Teknologi IPS

ASUS fans mungkin tidak asing lagi dengan layar IPS. Layar teknologi IPS selama ini digunakan di semua lini produk ASUS. Kali ini layar yang diusung di ASUS Zenfone GO ZB690KG ini pun juga mengusung hal yang sama.

Alasan kenapa IPS digunakan di layar smartphone ASUS tidak lain karena teknologi IPS yang mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap mata. Selain karena kualitas warna yang baik, tingkat kecerahan layar juga lebih baik dibanding yang kompetitor.

ASUS Zenfone GO ZB690KG ini memiliki layar dengan resolusi 1024x 600 di mana resolusi sudah mendukung standar HD. Kalau Anda senang menonton YouTube di smartphone, maka phablet ini mungkin akan memuaskan kegemaran Anda tersebut. Selain itu, layar ASUS Zenfone Go ZB690KG yang berukuran 6.9” menurut penulis ini adalah layar paling pas karena sangat luas.

Layar luas memiliki keuntungan tersendiri untuk beberapa hal. Nonton sudah pasti. Untuk gaming juga pasti sangat pas. Untuk membaca buku dan dokumen juga pasti sangat nyaman.

Penulis juga sering menggunakan Zenfone Go ini untuk membaca. Beberapa waktu lalu penulis ingin coba beralih ke digital book dengan berlangganan Google Play Book. Awalnya penulis kira bakal sulit membaca karena belum terbiasa, tetapi ternyata sangat nyaman karena layarnya yang luas.

Gaming juga tidak kalah hebat. Penulis sendiri menggunakan ASUS Zenfone Go untuk bermain game-game seperti Clash of Clans, dan Clash Royale. Ada rencana ingin coba main Pokemon Go juga sih, nanti penulis download deh. Kebayang layar besar, pasti puas saat akan menangkap Pokemon.

Selain itu layar IPS ini memiliki sudut pandang yang luas. Penulis tidak sengaja melihat dari sudut samping dan konten di layar masih terlihat baik. Mungkin ini salah satu alasan kenapa ASUS memilih IPS sebagai teknologi layar di semua smartphonenya. Sudut pandangnya seluas 178 derajat.

Asus Zenfone 3 GO

Navigation button yang ada di ASUS Zenfone Go ini bukanlah menggunakan capacitive button, tetapi menggunakan on screen button. Lebih hemat space. Dan karena phablet ini layarnya luas, jadi seharusnya tidak ada masalah.

ASUS ZenFone Go ZB690KG memiliki fitur yang disebut dengan VisualMaster untuk menghadirkan pengalaman visual yang kaya, yang tidak tersedia pada phablet terjangkau lainnya. Adapun VisualMaster sendiri terdiri dari ASUS TruVivid, ASUS Splendid, Bluelight Filter dan juga IPS Display.

ASUS TruVivid merupakan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kejelasan serta kecerahan display, serta responsivitas layar saat disentuh. Di sini, ASUS mengurangi dari enam lapis komponen layar hingga menjadi dua lapis serta satu lapis full-lamination. Air gap juga dihilangkan dengan mengombinasikan kaca dengan panel sentuh. Metode ini juga menawarkan transparansi optik yang mencapai lebih dari 94% dibanding arsitektur tradisional. Hasilnya, kejernihan warna dan kecerahan akan meningkat.

Fitur Bluelight Filter dibuat untuk mengurangi kelelahan mata dengan meminimalisir sinar warna biru di layar. Meskipun warna biru diminalisir, secara keseluruhan Bluelight Filter ini tetap mampu menampilkan warna lain dengan sangat baik dibandingkan filter cahaya biru yang tersedia pada umumnya.

Kamera dengan PixelMaster

Di sektor kamera, ASUS menyematkan kamera 8MP di kamera utama dan kamera depan 2MP. Perlu diketahui bahwa kamera utamanya sudah memiliki apeture 2.0 di mana ini adalah standar industri saat ini. Fitur tersebut dapat menyempurnakan pengambilan foto di kondisi pencahayaan redup dan dapat mengurangi noise hingga 400 persen dan meningkatkan kontras hingga 200 persen. Fitur kamera seperti ini, apalagi didukung oleh banyaknya modus pemotretan, jarang tersedia pada perangkat yang dipasarkan di harga sangat terjangkau.

Kameranya memang tidak premium seperti kamera Zenfone 3 Deluxe ataupun Ultra, tetapi hasilnya sudah cukup baik untuk dipakai sebagai bahan posting di media sosial kita seperti di Facebook ataupun Instagram. Kalau anda adalah pemilik online shop, seharusnya phablet ini sudah cukup untuk menemani Anda dalam menjalankan bisnis Anda.

Di atas, penulis sempat menyebutkan ada banyak modus pemotretan yang tersedia di ASUS Zenfone GO ZB690KG ini. Mari kita cek modus apa saja yang tersedia di sini.

Kalau penulis listing, mode-nya ada Auto, HDR, Beautification, QR Code, Low Light, Night, Time Lapse, Selfie, dan mode Panorama yang bisa dipilih. Berikut ini beberapa hasil foto dari ASUS ZenFone Go ZB690KG:

Auto

Asus Zenfone 3 GO

Low Light

Asus Zenfone 3 GO

Effect

Asus Zenfone 3 GO

Antarmuka ZenUI 2.0 yang intuitif

Kalau di Android Vanilla ada Google Now UI, maka di ASUS ada ZenUI. ZenUI adalah rumah dari segala antarmuka yang berfungsi untuk menghubungkan kita dengan smartphone kita. Ada berbagai setting dan fitur yang hanya terdapat pada ZenUI.

ASUS memanfaatkan gesture secara maksimal dengan menampilkan menu yang berbeda untuk setiap gesture. Bisa kita lihat bahwa dari homescreen sendiri ketika kita swipe dari atas ke bawah maka akan muncul search bar. Search bar ini sendiri tidak hanya berfungsi untuk mencari konten di internet tetapi bisa juga mencari juga aplikasi dan kontak jika diaktifkan. Uniknya lagi ada trending search juga di dalamnya sehingga kita bisa mengetahui apa yang sedang tren di internet.

Kalau kita swipe dari bawah ke atas maka akan muncul sebuah pengaturan terhadap ZenUI Launcher. Ada pengaturan Apps dan Widget, Home Edit, Wallpapers, Icon Packs, ZenUI theme, Lock Apps, Preference, System Setting dan More.

Kalau kita pilih Apps & Widget maka akan masuk ke App menu. Di mana kita bisa menemukan app & widget setting? Kita bisa menemukan pilhannya di titik tiga dan pilih edit.

Asus Zenfone 3 GO

Di Home Edit, kita bisa menambah dan menghapus halaman home screen kita. Di sini juga kita bisa mengatur ukuran icon secara ada saja orang yang senang dengan ukuran icon yang kecil. Untuk pengguna yang sudah berumur pasti akan membutuhkan ukuran icon yang lebih besar agar mempermudah pengoperasian ZenFone Go ZB690KG ini.

Asus Zenfone 3 GO

Kerennya lagi kita juga bisa melakukan pengaturan terhadap icon alligment di mana pilihannya bisa diatur rapi ke atas atau rapi ke bawah. Lanjut ke pengaturan scroll effects, opsi ini untuk mengatur efek yang akan ditampilkan ketika kita melakukan perpindahan halaman home atau halaman menu. Benar-benar personal pengaturannya.

Selanjutnya untuk menu wallpaper. Kita bisa mendapatkan pilihan pengaturan untuk wallpaper di home screen saja, atau lock screen saja atau keduanya. ASUS sendiri sudah menyediakan berbagai pilihan wallpaper, live wallpaper dan live wallpaper khusus dari ASUS. Kita juga bisa memilih wallpaper sendiri dari gallery kita dan kerennya, bisa download dari ASUS Theme Store.

Asus Zenfone 3 GO

Selanjutnya di Icon Packs. Menu ini merupakan menu pengaturan untuk memilih tampilan icon di ASUS ZenUI kita. Pilihan bisa dari berbagai icon yang terinstall setelah men-download tema lain atau download langsung icon packsnya di ASUS Theme Store.

Asus Zenfone 3 GO

Di ZenUI Theme kita bisa memilih tema apa yang mau kita gunakan untuk ZenUI di ASUS Smartphone kita, Selain itu juga tersedia berbagai pilihan tema gratis dan berbayar yang bisa kita download dan beli di sini.

Di menu Applock, kita bisa memilih aplikasi mana saja yang akan kita kunci dengan PIN atau pattern password.

Asus Zenfone 3 GO

Di Preference ini kita bisa menemukan setting untuk ZenUI Launcher. Terdapat pillihan menu Home Screen, Folder/Icon, Applock, Unread counts badge, search setting, show my ZenUI, check for updates, encourage us, dan feedback & help. Kita akan bahas satu-satu ya.

Asus Zenfone 3 GO

Di Home screen ini kita bisa mengatur apakah kita mau menggunakan Two layout atau one layout. Two layout ini seperti defaultnya sekarang sedangkan one layout, kita tidak akan menemukan halaman aplikasi lagi karena semua aplikasi ada di home screen.

Asus Zenfone 3 GO

Berikutnya, Grid Size all apps screen adalah pengaturan untuk menentukan susunan aplikasi. Apakah kita mau 4 ke kiri atau kekanan dan 5 ke atas atau kebawah. Ini sudah termasuk widget lo. Semakin gede ukurannya maka icon akan semakin kecil juga.

Infinite scrolling all apps ini merupakan setting di mana jika kita sudah scrolling ke halaman terakhir maka otomatis scrolling selanjutnya adalah halaman pertama lagi. Kita tidak perlu report-repot untuk scroll kembali ke halaman utama.

Settingan background transparency adalah sebuah setting yang dapat mengubah persentase transparansi background di halaman aplikasi. Siapa tau ada di antara Anda yang kurang pas dengan opacity (tingkat kegelapan) dari backgroudnya. Selain itu, juga ada status bar transparency. Ini sama dengan background transparency.

Swipe down Gesture ternyata bisa diatur juga. Selain bisa digunakan untuk pencarian cepat, bisa juga diubah untuk membuka notification panel. Terserah masing-masing dari Anda mana yang lebih Anda sukai.

Opsi Lock Home Screen sendiri ditujukan untuk menjaga agar widget dan icon di home screen itu tidak bergeser kemana-mana.

Asus Zenfone 3 GO

Background Transparency berguna untuk mengatur opacity daripada background. Siapa tau ada di antara Anda yang senang dengan background yang transparan penuh.

Menu Swipe Down Gesture bisa mengatur apakah kita mau menampilkan notification panel atau app search ketika gesture tersebut digunakan.

Auto Smart Group berfungsi untuk mengatur aplikasi A masuk ke folder apa, aplikasi B masuk ke folder mana, dan seterusnya. Fitur ini sangat bermanfaat sekali karena kita tidak perlu melakukan grouping manual terhadap aplikasi yang kita miliki.

Grid Size ini untuk mengatur berapa kolom dan baris aplikasi bisa ditampilkan. Adapun Change scroll Animation ini untuk mengatur animasi ketika melakukan perpindahan halaman home screen.

Bagian Icon / Folder untuk mengatur icon pack mana yang mau kita gunakan, folder style yang kita gunakan (full screen atau classic), dan aplikasi yang ditampikan dalam icon folder.

Asus Zenfone 3 GO

Kita juga bisa mengatur Font yang kita gunakan di dalam smartphone. Untuk ukuran font juga bisa kita atur di sini. Menariknya bahkan warna font juga bisa kita atur.

Di App Management kita bisa mengatur aplikasi mana saja yang mau dikunci. Tujuan fitur ini adalah untuk menjaga keamanan dari aplikasi penting seperti email. Jika ada email rahasia di smartphone kita, maka fitur ini akan sangat membantu kita menjaganya. Tersedia dua jenis keamanan yang bisa kita gunakan yaitu menggunakan PIN atau menggunakan pattern.

Asus Zenfone 3 GO

Unread count untuk mengaktifkan counter yang akan muncul di sebelah kiri atas icon aplikasi. Ini mirip seperti notification counter yang ada di iOS.

Asus Zenfone 3 GO

Opsi-opsi di atas adalah sekilas dari fitur-fitur keren yang ada di ZenUI. Berbagai fitur tambahan juga akan datang kedepannya karena ZenUI sudah dipisahkan dari OS dan bisa digunakan oleh smartphone lainnya.

Spesifikasi terbaik di kelasnya

Berbicara mengenai spesifikasi pasti tidak akan habisnya. Ada yang lebih menginginkan spesifikasi tinggi, tetapi ada yang lebih mengutamakan kombinasi sempurna. Banyak pro dan kontra kalau kita membahas spesifikasi.

Spesifikasi yang diusung oleh ASUS ZenFone Go 690KG bukanlah spesifikasi premium tetapi juga bukan spesifikasi murahan. Ini disebabkan karena ASUS merancang spesifikasi agar sesuai kebutuhan dari pengguna phablet Zenfone Go ini.

Dari sisi prosesor, ASUS ZenFone Go ZB690KG menggunakan processor yang cukup mumpuni untuk aplikasi-aplikasi standar sehari hari yakni Qualcomm Snapdragon 200 dengan kecepatan 1,2GHz. Dengan prosesor ini, pengguna juga tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melakukan telekomunikasi voice, data ataupun menikmati konten multimedia karena prosesor tersebut relatif hemat energi.

Untuk bagian RAM, ASUS menyediakan kapasitas sebesar 1GB untuk mengakomodir multitasking yang mungkin kita akan lakukan. RAM 1GB ini sudah dioptimasi sedemikian rupa sehingga kita bisa menjalankan aplikasi tanpa harus takut mengalami lag. Tentunya jika membuka aplikasi hingga jumlah tertentu.

Anda juga tidak perlu khawatir. Pada ZenFone Go ZB690KG juga adaAda juga ASUS Mobile Manager yang membantu kita untuk mengatur aplikasi mana saja yang boleh berjalan di background sehingga menghemat penggunaan RAM. Perlu diketahui, sebenarnya ketika RAM tidak bekerja dengan keras maka penggunaan baterai tidak akan boros.

Dari sisi baterai, pengguna juga tidak perlu khawatir karena baterai yang disediakan berkapasitas sebesar 3.480mAh. Menurut penulis, baterai tersebut adalah baterai dengan kapasitas yang lebih dari cukup.

Ada beberapa pihak yang berpendapat jika baterai besar tetapi layar juga besar maka tidak ada faedahnya. Tunggu dulu! Berhubung layar yang diusung adalah layar yang menggunakan resolusi HD, dengan demikian penggunaan dayanya tidak akan seboros jika dibandingkan menggunakan layar FullHD ke atas. Jadi, menurut penulis, terkadang kita harus memperhatikan banyak aspek untuk menyimpulkan apa saja yang memakan banyak energi.

Baterainya sendiri menggunakan teknologi Li-Polymer yang merupakan generasi terbaru dari batu baterai di smartphone. Secara teoritis, kombinasi baterai dengan CPU dan display yang digunakan mampu menghadirkan masa aktif hingga 12,5 jam untuk browsing lewat jalur 3G, 16 jam browsing menggunakan WiFi, ataupun 20 jam berbicara non stop di jaringan 3G.

Perangkat ini juga mendukung fitur dual SIM di mana jika SIM 1 menggunakan 3G maka SIM 2 menggunakan 2G. Anda tinggal memilih mau menggunakan operator mana yang akan Anda set untuk menemani Anda di dunia maya. Dual SIM ini menggunakan sistem Dual SIM Dual Standby di mana jika salah satu SIM digunakan untuk menelepon, maka SIM lain akan menunggu. Setelah selesai, barulah SIM akan aktif lagi.

Untuk spesifikasi, Anda dapat menyimak pada tabel berikut:

Model ASUS ZenFone Go ZB690KG
CPU Qualcomm Snapdragon 200quad core 64-bit 1,2GHz
GPU Adreno 302 400MHz
RAM 1GB
Storage 8GB + 5GB ASUS Webstorage
Micro SD Yes (up to 128GB)
Connectivity 802.11b/g/n, Wi-Fi Direct, Bluetooth 4.0
Network GSM 850 / 900 / 1800, HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100

Up to 21.1/5.76 Mbps DL/UL

SIM Card Dual Micro SIM
Navigation GPS, AGPS, GLONASS, BDS
Display 6.9″ HD IPS Display (1024×600)
Video HD 1280x720p recording
Battery 13.3W, 3480mAh, non-removable polymer battery
Main Camera 8MP PixelMaster Camera with f/2.0 aperture
Front Camera 2MP
Sensor Accelerometer, E-Compass, Proximity, Ambient-light
OS Brand-new ASUS ZenUI with Android 5.1 Lollipop
Dimension 101.4 x 187.96 x 8.85mm
Weight 265g
Warna Glacier Gray, Pearl White

Kesimpulan dari penulis adalah, phablet ini memang bukan untuk kebutuhan yang berat seperti Game VR dan multitasking yang banyak. Phablet ini lebih mengedepankan luas layar yang mampu memberikan pengalaman maksimal kita di multimedia dan game-game ringan.

Prosesor yang digunakan adalah prosesor versi hemat, sehingga kalau kita menginginkan produk yang memiliki daya tahan yang lama, maka ini adalah produk yang tepat. Jika Anda adalah pengguna baru smartphone, maka ini adalah sebuah produk yang siap mengajari Anda bagaimana berinteraksi dengan smartphone. Harganya yang terjangkau membuatnya menjadi semakin lebih menarik untuk menjadi pilihan.Prosesor yang disematkannya pun merupakan kelas tertinggi yakni i7-6500U, yang akan memberikan Anda kenyamanan ketika menjalankan sistem komputasi. Prososor tersebut kencang, bertenaga sehingga Anda dibuatnya kesal karena lag disana-sini.

Anda harga yang cukup tinggi memang untuk menebus perangkat satu ini. Di Indonesia ASUS UX360UA ditawarkan seharga 17 jutaan (i7-6500U) dan Rp15 jutaan (i5-6200U). Setelah melihat segala keunggulannya yang ditawarkannya, pilihan sejatinya jatuh ditangan Anda.

Incoming search terms:

  • Zenfone Go ZB690KG

Tinggalkan Balasan