Review Resmi ZenBook UX360UA, Spesifikasi Tinggi Tenaga Besar

Selain ZenBook UX360UA, ASUS juga memiliki varian ultrabook lain yang punya spesifikasi lebih tinggi pada sistem dapur pacunya. Hadir dengan nama ZenBook UX360UA, notebook ini memiliki rangkaian spesifikasi yang sangat mumpuni yang dikomandoi oleh prosesor Intel Core i5 dan i7 generasi ke-6.

Selain berbeda dari sisi prosesor, ASUS UX360UA juga memiliki ketidaksamaan lain yang terletak pada beberapa aspek hardware lainnya. Namun fitur utama yakni flip (bisa dilipat) masih disandang olehnya.

Meski masih sama-sama dirancang berkonsep flip, desain hinge atau engsel pada UX360UA dibuat lebih unggul dan diberikan nama Jewel Hinge. Saking hebatnya, desain engsel tersebut berhasil mendapatkan penghargaan pada ajang Computex 2016, yakni Best Choice Golden Award dan Computex d&i Award.

ZenBook UX360UA

Tak dapat dipungkiri basis desain ZenBook 3 memang layak mendapatkan sorotan serta perhatian lebih. Karena selain begitu cantik dan elegan, ASUS banyak menyelipkan sejumlah “rahasia” yang bakal mengejutkan Anda bila mengetahuinya. Semakin penasaran bukan ingin “menelajangi” lebih jauh fitur-fitur unggulanya? Silahkan simak review berikut ini.

Desain Minimalis Khas DNA ZenBook

Selain bergaya flip, ZenBook UX360UA merupakan notebook dengan racikan desain yang bisa dikatakan sempurna serta. Ringan, tipis, elegan dan berbalut metal adalah unsur utama yang selalu melekat pada notebook satu ini.

Aksen-aksen desain yang ikonik seperti gaya lingkaran konsentris, desain tepian yang melengkung, tetap disertakan. Bedanya jika ZenBook UX360UA memiliki warna gold dan grey, versi 360UA memilih rose gold dan grey sebagai busananya.

Seperti disinggung sebelumnya, berkat penyematan jewel hinge, ZenBook UX360UA berhasil menyabet penghargaan pada ajang Computex. Lantas sebenarnya apa jewel hinge itu?

ASUS UX360UA tetap mengusung gaya yang stylish dan berbodi tipis. Jelas karena disanalah nilai jualnya. Namun tidak hanya sekedar itu, kali ini balutan bodinya hampir secara keseluruhan menggunakan bahan metal, baik cover maupun keyboardnya.

Cobalah perhatikan lebih teliti pada bagian engselnya. Ada warna yang berbeda yang menyerupai dan terkesan seperti perhiasan bukan? Diselimuti dengan balutan warna emas yang agak gelap engsel inilah yang dinamakan dengan jewel hinge.

Meski terlihat sangat kontras, namun sebenarnya padanan warna yang diberikan pada hinge untuk menyatukan antara bodi dan layar sangat serasi. Desain ini dikatakan terinspirasi dari sebuah perhiasan.

ZenBook UX360UA

Engsel tersebut menggunakan mekanisme multi-gear metal yang dibuat sangat presisi. Sehingga membuatnya mampu berputar sangat mulus tanpa tersendat dan menggenggam display dengan aman di berbagai sudut.

ZenBook UX360UA

Yang lebih menarik sebenarnya, ASUS menyatakan bahwa hinge tersebut telah diuji coba hingga lebih dari 20.000 percobaan buka-tutup.Itu dimaksudkan untuk memastikan Anda dapat mengubah ZenBook Flip secara mudah dari laptop berkinerja tinggi menjadi tablet ringan setiap saat, tanpa kendala berarti.

Ada perbedaan cukup mendasar pada desain hinge di UX360UA dan CA. Jika diperhatikan, engsel pada UX360UA lebih besar dan tidak didesain dengan konsep jewelery.

Dengan bobot hanya 1,3 Kg, tentu saja UX360UA menjelma menjadi perangkat yang sangat ringan. Membawanya dengan tas bersamaan dengan banyak buku didalamnya pun tak akan memberatkan penggunanya.

ZenBook UX360UA

ZenBook UX360UA

UX360UA memiliki engsel yang lebih besar dua kali lipat dibanding versi UA. Secara angka ukurannya adalah 29,2 mm (UX360UA) dan 14,3 mm (UX360UA).

Bicara soal ketebalan notebook ini memiliki bodi yang tipis yakni 13,9mm. Untuk menggambarkannya, coba saja Anda dekatkan sebuah pulpel pada sisi pinggir notebook. Nah, kira-kira ketebalannya hampir menyamai alat tulis tersebut.

ZenBook UX360UA

Ada beberapa poin pada aspek desain yang layak dipuji. Pertama coba Anda perhatikan sisi ujung terluar notebook untuk membuka perangkat tersebut. Jika dilihat jeli pada bagian bawahnya dibuat agak melengkung sekitar 15 derajat, untuk memudahkan jari saat ingin membuka notebook.

ZenBook UX360UA

Ketika ingin menutup notebook tersebut juga, dipinggiran bodi serta bagian atas LID cover seperti telah dilengkapi dengan magnet sehingga notebook akan tertutup dengan cepat dan mudah.

Engsel tersebut juga terbuat dari material baja karbon dengan ketebalan 4.5 mm. Material ini telah melalui pengujian ketat dengan mekanisme buka/tutup sebanyak 20 ribu kali, untuk memastikan keandalan dan kekuatannya. ASUS mengklaim, melalui standarisasi material dan pengujian yang telah dibuat, engsel notebook itu mampu bertahan sangat lama bahkan seumur hidup.

Transformasi Empat Bentuk

Nah, ini salah satu fitur keren yang patut diulas pada UX360UA. Benar sekali, apalagi kalau bukan fungsi convertible-nya. Pertama sebagai sebuah notebook, Anda tentu bisa menggunakan perangkat ini selayaknya notebook biasa.

ZenBook UX360UA

Kedua ketika Anda ingin bermain game atau menggunakanya sambil bersantai, bisa diubah ke dalam mode tablet dengan memutarnya 360 derajat. Ketika UX360UA menjadi tablet, Windows 10 seketika merespon hal itu dan mengubahn tampilan user interface-nya ke dalam mode tablet.

ZenBook UX360UA

Namun kelemahannya pada mode tabletnya ini, layar terasa begitu besar serta bobotnya pun cukup berat, sehingga kemungkinan Anda harus memegangnya dengan dua tangan.

Ketiga adalah mode tent atau berbentuk seperti tenda. Bentuk ini berguna pada saat Anda ingin menampilan sesuatu menggunakan notebook tapi terkendala dengan space ruang yang terbatas. Mode ini cukup asik ketika Anda ingin memakai UX360UA untuk menonton video menggunakan meja yang kecil.

ZenBook UX360UA

Terakhir adalah mode display. Bentuk satu ini tentu sangat berguna ketika Anda ingin menjadikan perangkat tersebut sebagai standing display untuk kebutuhan presentasi.

ZenBook UX360UA

Kelengkapan Port

ZenBook UX360UA menggunakan dukungan sejumlah port konektivitas mutakhir untuk membuatnya up-to-date dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Antara lain disisi kiri, ada tombol power dan volume serta port USB 3.0 type A, pengatur volume serta tombol power.

ZenBook UX360UA

Tersedia pula exhaust untuk mengeluarkan panas yang terjadi ketika notebook berada dalam kondisi load maksimal.

Sementara disisi kanan, ada HDMI, USB 3.1 Type C, USB 3.0, audio jack dan port charger, serta pembaca SD card. Tampaknya sejumlah port penting lain seperti Ethernet dihilangkan agar bisa mereduksi ketebalannya. Namun jangan khawatir, sebab di dalam boks telah tersedia dongle Ethernet untuk memudahkan Anda memasang kabel LAN guna menghubungkan Anda dengan akses internet berbasis kabel.

ZenBook UX360UA

Selain itu, dukungan konektor USB 3.1 Type C juga memungkinkan perangkat ini mampu berterima-kirim data dengan kecepatan maksimal mencapai 10 Gbps. Artinya speed yang mampu dicapainya 40 kali lebih kencang dari USB 2.0. Port ini juga sekaligus menjadi sarana untuk men-charge notebook tersebut.

Panel Quad HD+ Disertai Teknologi Touchscreen 5 mm

ASUS ZenBook UX360UA dilengkapi dengan teknologi layar beresolusi Quad HD (3200 x 1800) piksel. Panel layar tersebut memiliki tingkat refresh rate 60 Hz yang juga dilengkapi dengan panel IPS display.

Panel layar itu memiliki fitur wide view atau bisa dilihat dengan cakupan pandangan yang luas dan memiliki sekitar 5,76 juta piksel warna. Atau bisa juga dikatakan 40 persen lebih tinggi dari panel layar miliki Apple Macbook 13 inci yang dilengkapi dengan Retina Display.

Resolusi ini memang masih berada di bawah 4K namun sudah sangat mencukupi untuk memenuhi berbagai kebutuhan komputasi mobile dengan skenario seperti, membaca dokumen, merender foto atau dokumen digital lainnya secara lebih jelas dan tajam, memutar film beresolusi tinggi dengan warna yang sangat tajam dan hidup dan lainnya.

Secara lebih spesifik, notebook memiliki besaran nilai color gamut atau sRGB 72 persen dari batas tertingginya yakni 100 persen. Nilai tersebut cukup tinggi mengingat layar standar hanya memiliki nilai color NTSC 50 persen. Berbekal fitur tersebut, ZenBook UX360UA mampu menampilkan gambar yang lebih natural dan hidup.

Sementara itu nilai piksel per inch (ppi) adalah 276 dengan tingkat kecearahan layar 350cd/m2. Display-nya juga telah dilengkapi dengan teknologi IPS Panel sehingga tetap bisa dilihat dengan nyaman dari suduh kemiringan 178 derajat (wide angle).

ZenBook UX360UA

Memutar konten 4K sekalipun dengan notebook ini, hasilnya tetap memuaskan. Menyaksikan tayangan diluar ruangan dengan kondisi pencahayaan yang terang sekalipun masih aman. Gambarnya masih bisa dilihat dengan jelas dan bagus.

ZenBook UX360UA

Sementara kualitas layar sentuhnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Sensitivitas dan keakuratan yang diberikannya sangat mumpuni. Meski hanya menyentuhnya sedikit, layar tersebut langsung meresponnya dengan baik.

ASUS menyatakan telah memberikan sensor sentuhan dua kali lipat lebih sensitif dari pada teknologi touchscreen yang umumnya diberikan pada kebanyakan perangkat berlayar sentuh. Sensor tersebut diklaim mampu merespon dengan baik, bahkan ketika diameter daerah sentuhan hanya 5 mm.

Segudang Fitur Optimalisasi Visual

Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, ASUS tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan sebuah software khusus.

Software tersebut antara lain bernama ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Pertama penulis ingin mengupas software bernama Splendid. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup.

Di dalam Spendid pun terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.

Normal Mode adalah, mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar.

Eye Care Mode adalah, mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama.

Mode ini juga merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm.

ZenBook UX360UA

Cahaya biru tersebut merupakan salah satu penyebab dari degenerasi makula dan cedera pada retina. Dengan fitur Eye Care yang terdapat di dalam Splendid, cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih kuning (redup) untuk mengurangi dampak cedera tersebut.

Vivid Mode adalah mode dimana pengguna akan mendapatkan kontras warna, serta ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itu berguna untuk memberikan pengalaman visual yang lebih hidup untuk melihat gambar seperti pemandangan di dalam film, foto dan lainnya.

Manual Mode adalah mode dimana pengguna dapat dengan bebas mengatur kecerahan dan tampilan pada layar sesuai dengan preferensi yang diinginkan.

Penulis telah menguji aplikasi ini dan mendapati bahwa, mode eye care mode memang sangatlah menarik. Ketika mengaktifkannya dan menggunakan notebook dalam waktu yang lama, pengguna tidak masih merasa mata sangat nyaman menggunakannya (menatap layar notebook).

ZenBook UX360UA

Sedangkan TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televise high-end modern. Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

ZenBook UX360UA

Performa Ngebut berkat Prosesor Kelas Atas

Berbeda dengan sang adik UX360UA, versi UX360UA dilengkapi dengan komponen prosesor yang lebih kencang untuk mengoptimalkan kecepatan.

Prosesor yang tersimpan di dalamnya adalah Intel Core i7-6500U dan ada pula versi yang menggunakan prosesor Intel Core i5-6200U. Sang mikroprosesor ditemani dengan RAM sebesar 8 GB dengan konfigurasi dual channel. Sementara kapasitas media penyimpanan disediakan sebesar 512 GB menggunakan Solid State Drive (SSD) SATA m.2. Melalui Konfigurasi RAM dual channel, kinerja UX360UA akan semakin kencang.

Prosesor ini memiliki teknik fabrikasi 14 nm yang dapat di boost kecepatannya hingga 3,1 GHz. Jajaran prosesor ini juga merupakan salah satu jajaran chip hemat daya yang dibuat oleh Intel. Hal itu semakin dipertegas oleh nilai TDP-nya yang hanya 15 W. Ketika diatur pada konfigurasi tertinggi, konsumsi listriknya mencapai 25 W sementara konsumsi listrik terendahnya adalah 7,5 W.

Hal ini juga mengindikasikan bahwa meskipun performanya kencang, Anda akan tetap mendapatkan masa pakai baterai yang hemat. ASUS mengklaim bahwa baterainya bisa digunakan selama 12 jam.

ZenBook UX360UA

Prosesor ini membawa dukungan chip grafis Intel HD Graphics 520 yang memiliki nilai base frequency 300 MHz dan juga frekuensi dinamis maksimal 1,5 GHz. Telah tertanam fitur-fitur unggulan yang dapat memaksimalkan kemampuan kartu grafis Anda menjadi lebih baik antara lain, OpenGL, DirectX, Intel InTru 3D technology, clear video HD, serta WiDi atau wireless display.

Terdapat sistem operasi yang terinstal secara langsung ketika Anda pertama kali membelinya yakni Windows 10.

Melalui rangkaian spesifikasi seperti ini yang cukup tinggi ini, seharusnya notebook ini mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivita dengan sangat baik dan tanpa hambatan. Memainkan game-game ringan hingga sedang sebagai media hiburan hingga menyaksikan konten video beresolusi Full HD pun rasanya akan mampu memberikan pengalaman penggunaan yang baik.

Dari hasil pengujian, jelas terlihat bahwa notebook ini memiliki performa yang lebih dari cukup untuk menjalankan beberapa program yang ringan, sedang hingga berat. Multitasking terasa begitu lancar tanpa lag berarti meski berpindah pada aplikasi yang rakus memori seperti editing photo dan video.

Bermain game dengan grafis 3D pun cukup mengasikan. Hanya anya saja, Anda tidak bisa menyetel preset dengan settingan rata kanan atau maksimal. Namun preset grafik medium pun rasanya sudah cukup.

Namun penulis sangat mengacungi kinerja terlebih lagi kinerja baterainya, ketika mengetesnya untuk berbagai macam keperluan produktivitas seperti mengetik, mengedit foto, menonton video, hingga bermain game ringan semua bisa dikerjakan dengan baik. Nyaris semua berjalan mulus tanpa kendala berarti.

Proses booting juga berjalan sangat cepat karena harddrive-nya telah menggunakan SSD. Berikut ini penulis juga menguji bagaimana kemampuan harddisknya dalam prosesi read and write perintah.

ZenBook UX360UA

Pengalaman Mengetik yang Menyenangkan

Penulis beberapa kali menyinggung mengenai keunggulan notebook ini sebagai perangkat yang sangat cocok untuk diajak bekerja mobile. Kurang lengkap rasanya jika belum menceritakan mengenai pengalaman mengetik menggunakan keyboard-nya yang telah dilengkapi dengan fitur chicklet.

Pada keyboard UX360UA keyboardnya telah dilengkapi dengan fitur backlight alias tombol keyboard yang bisa menyala. Mengetik pada tutsnya pun terasa begitu empuk.

ZenBook UX360UA

Salut rasanya ASUS bisa menciptakan keyboard yang sedemikian empuk tersebut pada sebuah notebook yang tipis. Kenyamana mengetik pada perangkat ini disebabkan UX360UA memiliki sebuah fitur yang dinamakan dengan key travel sedalam 1,5 mm. Artinya tingkat kedalaman tekanannya mencapai 1,5 mm.

Menarik untuk diketahui, bagaimana cara ASUS merancang sebuah keyboard yang tipis dan ringan, namun tetapi empuk ditekan. Jawabannya yakni mereka mengoptimalkan elastisitas karet silica gel yang berada persis dibawah tombol keyboard untuk memberikan kenyamanan ekstra pada tekanan. Sehingga meskipun ketinggian scissor keyboard dipangkas (1,5mm) Anda akan tetap merasa nyaman.

Pengalaman menjajal touchpad-nya pun tak kalah menyenangkan. Touchpad tersebut sangat empuk ketika ditekan sehingga memudahkan penulis bekerja dengannya. Ukurannya pun luas dan ASUS selalu konsisten akan hal ini. Meski ukuran notebook hanya 13,3 inci tetapi tidak lantas mengorbankan aspek touchpad-nya.

Touchpad pun telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoprasian touchpad yang lebih nyaman.

ZenBook UX360UA

Seperti misalnya ketika ingin melakukan klik kiri hanya tinggal menyentuhkan satu jadi pada touchpad. Sementara untuk men-drag gunakan satu jari kemudah geser ke arah yang Anda inginkan untuk melakukan drag. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Suara Jernih dan Menggelegar

Berbeda dengan sang adik UX360UA telah memiliki dukungan audio dari Harman/Kardon. Hasilnya tentu saja sangat memuaskan sebab suaranya sangat powerfull dan jernih. Melalui dua buah grill speaker yang terletak dibagian bawah, audio yang dikeluarkan cukup mampu membuat telinga Anda berdecak kagum. Memang tidak terlalu keras suaranya, tetapi terdengar mantap dan tidak pecah serta bulat dan pas.

ZenBook UX360UA

Peletakan dua buah speaker di bagian depan, tepatnya di bawah area palmrest, bisa dikatakan cukup cerdas. Mengapa? Sebab suara yang keluar akan memantul dengan sempurna dan berhadapan langsung dengan penggunanya. Alhasil, audio pun terdengar bagus, tidak pecah (cempreng) dan terasa bulat.

Ketika penulis mengujinya dengan memaksimalkan volume hingga batas tertinggi, dentuman suara yang dikeluarkan terasa kencang dan renyah. Tak hanya itu, kualitas keluaran suara pun dapat diatur lebih lanjut sesuai keinginan pengguna dengan aplikasi AudioWizard.

ZenBook UX360UA

Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya.

Baterai

Komponen baterai menjadi salah satu yang penting untuk dibahas pada perangkat ini sebab menjadi salah satu nilai jual yang ditawarkan ASUS. Mereka mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 12 jam.

Menggunakan type Lithium Polimer, kapasitas daya tampungnya mencapai 57Whrs, dengan 3 cell unit tertanam didalamnya. Penulis menggunakan sebuah aplikasi bernama BMark untuk memperkirakan masa hidup (durasi penggunaan) ketika dia digunakan dalam mode normal maupun full load (kerja berat).

ZenBook UX360UA

Hasilnya, menurut aplikasi tersebut, notebook ini mampu bertahan diperkirakan kurang lebih selama 10 jam ketika digunakan dalam keadaan normal. Hal hal yang mencakup mode normal, penjabarannya antara lain mengetik sambil browsing, sesekali menonton video, mengetik dalam waktu lama, mendengarkan musik dan sambil sesekali bermain game. Namun ketika menjalankan aplikasi tersebut, baterainya tidak terisi penuh melainkan hanya 97 persen.

Sedangkan apabila dipaksa untuk bekerja sangat berat, misal merender video, bermain game berat dengan grafik 3D dalam waktu lama bahkan nonstop, dan penggunaan ekstrim lainnya, maka BMark memperkirakan waktu pakainya hanya skitar 5 jam.

Main Spec. ZenBook Flip UX360UA
CPU Intel® Core™ i7-6500U Processor (4M Cache, up to 3.10 GHz) /

Intel® Core™ i5-6200U Processor (3M Cache, up to 2.80 GHz)

Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB DDR3L 1866MHz SDRAM
Storage 512GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit QHD+ (3200×1800) Glare Touchscreen with 72% NTSC
Graphics Intel® HD Graphics 520
Input/Output 1x Microphone-in/Headphone-out jack, 2x USB 3.0 ports, 1x USB-C Gen 1 (up to 5 Gbps), 1x HDMI, 1x SD card reader, Volume up/down
Camera HD Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Speakers And Digital Array Microphone

ASUS SonicMaster Technology with Harman/Kardon

Battery 3 Cells 57 Whrs Polymer Battery
Dimension 32,3 x x 22,0 x 1,39 cm
Weight 1,27Kg with Battery
Colors Grey, Rose Gold
Warranty 2 tahun garansi global

Kesimpulan

Anda yang begitu mencintai aktivitas diluar ruangan ataupun dituntut untuk selalu produktif dalam kondisi seperti itu, mungkin akan sangat membutuhkan perangkat ini. Semua unsur dan keunggulan kompetitif yang terkait dengan portabilitas dan mobilitas telah tersedia secara lengkap di dalamnya, antara lain baterai yang tahan lama, perangkat yang tidak panas, kinerja kencan serta ringan dan tipis.

Prosesor yang disematkannya pun merupakan kelas tertinggi yakni i7-6500U, yang akan memberikan Anda kenyamanan ketika menjalankan sistem komputasi. Prososor tersebut kencang, bertenaga sehingga Anda dibuatnya kesal karena lag disana-sini.

Anda harga yang cukup tinggi memang untuk menebus perangkat satu ini. Di Indonesia ASUS UX360UA ditawarkan seharga 17 jutaan (i7-6500U) dan Rp15 jutaan (i5-6200U). Setelah melihat segala keunggulannya yang ditawarkannya, pilihan sejatinya jatuh ditangan Anda.

Tags:

Tinggalkan Balasan