Review Resmi ASUS ZenBook UX390, Sebuah Mahakarya Bagi Pecinta Gaya

Ketika pertama kali memperkenalkan ZenBook 3 pada masyarakat dunia melalui perhelatan Computex pada Maret lalu, Chairman ASUS, Jonney Shih, mengklaim bahwa notebook terbarunya itu adalah perangkat komputasi yang paling prestigious di muka bumi. Ia hadir dengan performa luar biasa yang belum pernah ada sebelumnya.

Klaim ini tentu saja belum sahih hingga dibuktikan kebenarannya. Namun ada beberapa poin yang bisa dijadikan hipotesa awal, setidaknya untuk menilai performa dan kualitas dari ultrabook yang satu ini.

ASUS Zenbook 3

Pertama, apa yang dinyatakan Jonney mungkin saja benar, sebab ASUS ZenBook UX390 memang dilengkapi dengan komponen prosesor terbaru buatan Intel. Lahir sebagai penerus Skylake dan membawa kode awalan 7 sebagai panggilannya. Tepat sekali dia adalah prosesor Intel Core generasi ke-7 atau Kabylake.

Kedua, aspek portabilitasnya dibuat sangat menakjubkan. Penampilan ZenBook 3 tidak bisa tidak dikatakan menarik. Bahkan sangat fantastis. Tubuhnya yang ramping, bodi ringan, struktur komponen yang terasa kompak dan bentuknya yang fit. Semua seolah membuat justifikasi pertama penulis begitu positif pada notebook ini.

Namun tetap saja, hipotesa awal bukanlah sebuah sintesa yang dapat dijadikan argumen valid untuk menyatakan sebuah kebenaran. Pastilah harus lebih dulu melewati berbagai pengujian dan tanggapan kritis untuk itu.

Sehingga nantinya melalui berbagai tesis, yang juga pasti akan melahirkan antithesis, Anda akan bisa mendapatkan sintesis yang dapat dijadikan pegangan. Apakah benar kemampuan ASUS UX390 sesuai dengan klaim dari petingginya itu.

Tetapi tunggu dulu, sebelum Anda melanjutkan membaca, penulis ingin mengatakan bahwa “santai sajalah”. Ingat, Anda tidak sedang mengkaji bacaan serius atau menguliti skripsi mahasiswa bukan? Ini hanyalah sebuah review yang dituliskan dengan gaya agak sedikit serius, tapi sebenarnya tidak seserius itu.

Jadi silahkan seruput lagi kopi panas Anda, nikmati camilan kesukaan Anda, nayamankan posisi duduk Anda serta jangan lupa bernafas. Silahkan simak review-nya.

The Amazing Ultimate ZenBook Generation

Entahlah apakah sub judul tersebut terlalu berlebihan atau tidak, yang jelas penulis memang mengagumi desian ZenBook UX390 ini. Tanpa bermaksud ingin mempengaruhi Anda sama sekali, jadi coba saja silahkan nilai desainnya sendiri melalui gambar berikut ini.

ASUS Zenbook 3

Padanan warna antara biru gelap serta gold di bagian lis tepiannya terlihat begitu menarik. Engselnya pun sangat mudah dibuka dan juga terasa kompak.

ASUS Zenbook 3

Panel LID cover masih menggunakan desain khas ZenBook yakni Concentric Circle Design ditambah dengan logo ASUS dibagian tengah berwarna keemasan. Penyematan ini membuat kesan elegan dan artistiknya terasa begitu kental.

ASUS Zenbook 3

ZenBook 3 UX390 juga dirancang dengan sangat tipis. Ketebalannya hanya 11,9mm membuatnya bobotnya juga menjadi sangat ringan yakni 910 gram. Hal yang menakjubkan adalah terdapat komponen prosesor dengan teknologi paling mutakhir dan berada pada kelas teratas jajaran prosesor Intel yakni Intel Core i7-7500U.

Kendati dibuat sangat tipis, Anda tidak perlu meragukan kekuatannya material utamanya. ZenBook 3 UX390 dirancang menggunakan bahan alumunium alloy dengan grade yang biasa dipergunakan pada industri pesawat terbang. Perusahaan menyebutnya sebagai aerospace grade alumunium alloy.

Pengguaan material ini membuat konstruksi tubuh notebook tersebut menjadi sangat mumpuni dan kuat. Allumunium alloy pun terkenal sangat ringan, sehingga ini sekaligus menjadi jawaban kenapa UX390 menjadi sangat ringan.

ASUS Zenbook 3

Jika di komparasi dengan MacBook Air 13 inci dan MacBook 12 inci bobot ZenBook tetap lebih ringan. Bahkan dibandingkan dengan MacBook 12 inci sekalipun, UX390 dengan penampang layar lebih luas 5 inci, bobotnya masih jauh lebih ringan 10 gram.

ASUS Zenbook 3

Bicara mengenai ketebalan pun demikian. Jika di benchmark dengan competitor asal Amerika tersebut, dalam hal ketebalan ZenBook masih jauh lebih tipis yakni 11,9 m sementara dua lainnya yakni MacBook Air 13 inci 17 mm, adapun untuk ukuran 12 inci-nya mempunyai ketebalan 13,1 mm.

ASUS Zenbook 3

ZenBook UX390 memiliki tiga warna menarik antara lain rose gold, quartz grey dan royal blue.

ASUS Zenbook 3

Keberanian Jonney Shih melontarkan klaim bahwa UX390 adalah notebook paling prestigious di muka Bumi, rasa-rasanya, mungkin salah satunya disebabkan oleh desain diamond cut. Jika dicermati pengaplikasian konsep tersebut pada UX390 memang sungguh mampu membuatnya terlihat begitu cantik dan manis.

Selain lengkungan ala diamond cut, struktur lapisan alumuniumnya juga telah diperkuat dengan prosesos anodizing atau anodisasi. Secara kimiawi, anodisasi adalah sebuah proses elapisan secara elektrokimia yang bertujuan untuk mempertebal atau memperkuat lapisan protektif alami pada logam.

Proses anodisasi tersebut juga mampu meningkatkan keandalan dari permukaan material serta dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sering di anodizing. Logam non-feros lain yang biasa di anodizing adalah Magnesium dan Titanium.

Melalui proses elektrokimia ini akan terbentuk lapisan oksida berpori yang memungkinkan untuk dilakukan proses sekunder yaitu pewarnaan. Nah, seperti yang Anda lihat, sisi pinggiran yang telah dipahat dengan gaya diamond cut tersebut juga dilapisi dengan warna emas.

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodazing tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak mudah pudar. Tidak seperti proses surface treatment lainnya, anodisasi tetap mengizinkan mempertahankan tampilan logam dasarnya. Sehingga terlihat mampu menghasilan warna yang mengkilap dan juga menarik.

Jadi, melalui penjelasan dan gambar-gambar tadi, apakah sekarang kita sudah mendapatkan satu kesepahaman?

Performa Mengagumkan Dalam “Busana” Glamor

Beralih pada performa, sebelum kita menyinggung lebih jauh, penulis akan lebih dulu menjabarkan spesifikasi. Performa sistem komputasinya ditenagai oleh prosesor generas ke-7 ciptaan Intel berkode nama Kabylake. ZenBook UX390 menggunakan prosesor hemat daya yakni Intel i7-7500U, yang ditandai dengan embel-embel huruf U dibelakang yang berarti prosesor untuk komputer jinjing atau ulrabook.

Sang prosesor dikawani oleh memori sebesar 16 GB bertipe DDR3 berkeceptan 2133 GHz dengan konfigurasi memori dual channel. Fitur ini tentu saja sangat bermanfaat, karena akan membuat proses komunikasi antara prosesor dan RAM berjalan simultan.

ASUS Zenbook 3

Manfaatnya akan terasa sekali, salah satunya, ketika Anda membuka aplikasi. Proses start-up akan berjalan lebih cepat pada memori dual channel dibandingkan dengan memori yang hanya menggunaakan standar single channel.

ASUS Zenbook 3

Adapun proses baca/tulis data, akan diantisipasi oleh media penyimpanan berbasis NVMe SSD berukuran 512GB. Seperti diketahui, memori storage yang telah memanfaatkan teknologi Non-Volatile Memory. Jenis storage ini memiliki kelebihan antara lain memiliki Batas Kedalaman Antrian (Queue Deep Limits) yang sanggup menangani hingga 64.000 perintah dengan hingga 64.000 antrian dalam satu waktu. Hal ini membuatnya bertindak sangat cepat dalam mengolah proses komputasi.

Mungkin sebagian dari Anda akan mengajukan pertanyaan, bagaimana caranya menyematkan komponen Intel Core i7, yang notabene memiliki performa yang besar ke dalam notebook setipis ini? Seperti apa sistem pendinginannya?

ASUS Zenbook 3

Jawabannya adalah ASUS mendesain ulang sistem pendingin (fan) serta mereduksi ketebalannya mencapai 3mm saja. Sementara heatpipe-nya juga secara otomatis tereduksi pula ketebalannya menjadi hanya 0,1 mm. Cara kerjanya fan akan mengalirkan udara panas melalui heatpipe kemudian mengeluarkannya lewat ventilasi yang terletak di belakang engsel laptop.

ASUS Zenbook 3

Lantas bagaimana caranya ASUS membuat baling-baling dari kipas menjadi sangat tipis namun tetap kuat, agar mampu mengusir panas yang terjadi didalam. Rahasianya ialah, mereka menggunakan material bernama liquid crystal polymer” untuk merancang baling-baling fan tersebut.

ASUS Zenbook 3

Liquid crystal polymer lazim juga disebut sebagai Vectran atau polymer kristal cair. Serat dari Vectran memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan Kevlar, yang biasa dipergunakan sebagai bahan pembuat rompi anti peluru.

Tidak hanya fan-nya, tetapi seluruh komponen internal dirombak agar mampu menata ulang berbagai komponen penting supaya muat didalam. Dibandingkan dengan Intel Skylake, prosesor Intel Kabylake memiliki beberapa peningkatan yakni nilai TDP-up menjadi 2,9 Ghz. Sementara pada Skylake ketika prosesor sedang memaksimalkan seluruh core-nya untuk bekerja maksimal, nilai yang mampu didulang hanya 2,6 GHz.

Hal lainnya adalah dukungan driver untuk USB 3.1 Type C secara native. Hal ini kecepatan sesungguhnya dari USB tersebut mampu dikeluarkan dengan baik. Seperti diketahui, USB 3.1 Type mampu mendulang kecepatan transfer mencapai 10Mbps. Berikut ini adalah hasil pengujian ASUS ZenBook UX390UA dengan beberapa aplikasi benchmark populer:

3DMark

ASUS Zenbook 3

Geekbench 3

ASUS Zenbook 3

PCMark

ASUS Zenbook 3

Port Konektivitas

Pada UX390 hanya ada satu port konektivitas yakni USB 3.1 Type C. Hal ini pula yang menjadikannya begitu tipis dan ringan. Namun jangan khawatir Anda tetap disediakan sebuah dongle khusus untuk yang terdiri dari HDMI, USB 3.0 Type A dan juga port USB Type C. Port konektor tersebut dapat dipergunakan untuk mentransfer data, mengisi daya, serta display port.

Keyboard yang Elegan Ber-touchpad Besar

ASUS ZenBook UX390 dilengkapi dengan keyboard bawaan yang punya fitur chicklet serta memiliki tingkat kedalaman tekanan atau travel distance 0,8 mm. Untuk ukuran keyboard mobile yang sangat tipis seperti ini, fitur tersebut patut diapresiasi. Keyboard-nya pun telah dilengkapi dengan fitur backlight, sehingga dapat menyala dan memudahkan untuk mengetik di kondisi gelap.

Travel distance akan membuat Anda nyaman ketika mengetik meskipun berlama-lama. Keyboard menjadi salah s atu komponen penting yang diperhatikan kenyamanan penggunaannya. Sebab dengan menyasar pasar para eksekutif dan pebisnis muda, mereka adalah tipikal pengguna yang memang hampir secara keseluruhan bergelut dengan kegitan mengetik, seperti membuat bisnis plan, proposal, dan lainnya. Karenanya sudah betul ASUS memperhatikan aspek ini dan membuat fungsi keyboardnya menjadi semumpuni mungkin.

ASUS Zenbook 3Fitur fingerprint sensor dihadirkan untuk menambah kenyamanan dan keamanan Anda dalam menggunakan perangkat ini.

ASUS Zenbook 3

Touchpad tersebut telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoprasian touchpad yang lebih nyaman.

Seperti misalnya ketika ingin melakukan klik kiri hanya tinggal menyentuhkan satu jadi pada touchpad. Sementara untuk men-drag gunakan satu jari kemudah geser ke arah yang Anda inginkan untuk melakukan drag. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk. Desain Touchpad pun dibuat lebih lega agar pengguna lebih leluasa ketika harus mengoprasikan perangkat ini tanpa menggunakan mouse.

Display yang Spektakuler

Hampir semua lini ZenBook terbaru dilengkapi dengan panel display yang mampu memukau mata. Pada ZenBook UX390 digunakan panel beresolusi Full HD yang dilapisi dengan kaca tahan gores Corning Gorilla Glass 4.

Layar tersebut memiiki panel NTSC atau besaran color gamut 72 persen, jakar pandang yang luas hingga 178 derajat, dan screen to body ratio hingga 82 persen. Pada frame-nya ZenBook 3 memiliki ketebalan bezel hanya 7.6 mm.

ASUS Zenbook 3

Layar tersebut mampu menampilkan kecerahan gambar sangat tinggi hingga 300 nits. Sementara nilai kekontrasannya pun sangat tinggi hingga 1000:1.

ASUS Zenbook 3

Segudang Fitur Optimalisasi Visual

Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, ASUS tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan sebuah software khusus.

Software tersebut antara lain bernama ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Pertama penulis ingin mengupas software bernama Splendid. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup.

Di dalam Spendid pun terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.

Normal Mode adalah, mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar.

Eye Care Mode adalah, mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama.

Mode ini juga merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm.

ASUS Zenbook 3

Cahaya biru tersebut merupakan salah satu penyebab dari degenerasi makula dan cedera pada retina. Dengan fitur Eye Care yang terdapat di dalam Splendid, cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih kuning (redup) untuk mengurangi dampak cedera tersebut.

Vivid Mode adalah mode dimana pengguna akan mendapatkan kontras warna, serta ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itu berguna untuk memberikan pengalaman visual yang lebih hidup untuk melihat gambar seperti pemandangan di dalam film, foto dan lainnya.

Manual Mode adalah mode dimana pengguna dapat dengan bebas mengatur kecerahan dan tampilan pada layar sesuai dengan preferensi yang diinginkan.

Penulis telah menguji aplikasi ini dan mendapati bahwa, mode eye care mode memang sangatlah menarik. Ketika mengaktifkannya dan menggunakan notebook dalam waktu yang lama, pengguna tidak masih merasa mata sangat nyaman menggunakannya (menatap layar notebook).

ASUS Zenbook 3

Sedangkan TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan, kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televise high-end modern. Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

Suara Jernih Disokong Harman Kardon

Berbeda dari biasanya, kali ini ASUS menggandeng pabrikan audio asal Amerika Harman/Kardon untuk menyokong kualitas audio yang memukan di lini notebook premium-nya. ASUS menyatakan kalau keluaran suara pada perangkat ini dua kali lebih kencang dari notebook premium pada umumnya.

ASUS meletakan empat buah speaker pada UX390 antara lain dua buah diatas sisanya dibawah berdekatan dengan palmrest. ASUS membuat 4 speaker kualitas tinggi terpisah yang ditenagai 4 ampli pintar yang bisa menghasilkan suara surround.

Setiap speaker punya tugas masing-masing. Yang atas ini untuk bass dan frekuensi sedang. Dan 2 lainnya untuk frekuensi sedang sampai tinggi Speaker bawah ini punya 5-magnet supaya suara lebih keras.

ASUS Zenbook 3

Ketika penulis mengujinya dengan memaksimalkan volume hingga batas tertinggi, dentuman suara yang dikeluarkan terasa kencang dan renyah. Tak hanya itu, kualitas keluaran suara pun dapat diatur lebih lanjut sesuai keinginan pengguna dengan aplikasi AudioWizard.

ASUS Zenbook 3

Melalui AudioWizard, pengguna dapat men-setting suara ke dalam lima buah mode, yakni music mode, movie mode, recording mode, gaming mode, speech mode, atau juga mematikannya.

Berikut ini spesifikasi teknis ASUS ZenBook UX390UA:

Main Spec. ZenBook UX390UA
CPU Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.5GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage 512GB PCIe *4 M.2 SSD
Display 12.5″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Glare Panel with 72% NTSC
Graphics Intel® HD Graphics 620
Input/Output 1x combo audio jack, 1x USB 3.1 Type-C port, Fingerprint Reader
Camera VGA Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone

ASUS SonicMaster Premium Technology

Battery 6 Cells 40 Whrs Polymer Battery
Dimension 296 x 191.2 x 11.9 mm
Weight 910g with Battery
Colors Rose Gold, Royal Blue, Quartz Grey
Accessories Exclusive Sleeve, Mini Dock
Warranty 2 tahun garansi global

Kesimpulan

ZenBook 3 UX390 adalah sebuah notebook yang memadukan antara gaya dan performa. Pada sisi penampilan begitu banyak perubahan yang dibuat ASUS pada lini notebook premiumnya ini. Dimulai dari tampilannya yang dibuat begitu menawan dengan padanan warna yang indah dan menakjubkan. Selain itu tubuhnya yang begitu ramping dan ringan, merupakan nilai jual yang juga dapat dibanggakan dari perangkat ini.

Struktur material pada tubuhnya pun ikut ditingkatkan sehingga menjadi lebih kuat. Ditambah performa yang dihadirkan lewat performa prosesor Intel Generasi ke-7. Semua update ini tidak bisa dipandang biasa saja. Sehingga hasil sintesa penulis untuk adalah notebook ini layak dipinang bagi Anda yang begitu mencintai gaya hidup masa kini.

Incoming search terms:

  • zenbook 3 ringan blogspot
Tags:

Tinggalkan Balasan